Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2015

KIM Waradesa rilis aplikasi android

Sudah tidak asing lagi dengan istilah Android, dari beberapa pihak pengguna selular sering mengaitkan dengan handphone masa kini seperti smartphone android, tablet android, ponsel android dan juga Samsung android. Pengertian android sebenarnya adalah sebuah sistem operasi yang berbasis linux yang dirancang atau di buat untuk perangkat selular seperti smartphone dan PC tablet.
Pada awalnya android dikembangkan oleh Android, Inc.yang didirikan oleh Palo Alto, Tujuan awal dari pengembangan Android adalah untuk pengembangan sebuah sistem operasi canggih yang digunakan di kamera digital. Namun kemudian beralih ke telepon selular untuk menyaingi Symbian dan windows mobile, dan pada tahun 2005 android diakuisisi oleh google.

Rabu, 01 April 2015

Ayo Dukung Duta Pariwisata Kab Blitar ke kancah Regional

RAKA-RAKI-2015Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur Tahun 2015 dimaksudkan untuk memilih putra putri terbaik Jawa Timur dalam bidang pariwisata yang diharapkan dapat secara aktif mempromosikan pariwisata daerah Jawa Timur dan Kabupaten/Kota tempat mereka berasal ke tingkat regional, nasional bahkan internasional. Untuk pemilihan tahun ini Kabupaten Blitar mengirimkan Duta Wisata Gus Ilham Thoriq Al Abshori mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya dan Jeng Intan Putri P. mahasiswa jurusan SKM Universitas Airlangga. 

Rabu, 25 April 2012

SEJARAH KABUPATEN BLITAR

Bilamanakah Blitar mulai bebrperan sebagai pusat Pemerintahan ?
Penentuan titi mangsa lahirnya Blitar sebagai pusat pemerintahan merupakan jawaban atas masalah hari pendirian Pemerintah Daerah yang kemudian menjadi Kabupaten Blitar. Dari berbagi prasasti yang dipandang sebagai bukti autentik seperti terurai atas, tidak terdapat sebuahpun yang memuat nama Blitar sebagai nama tempat Pusat Pemerintahan. Suatu hal yang pasti bahwa beberapa nama desa atau tempat yang disebutkan dalam prasasti-prasasti itu berada atau termasuk wilayah Kabupaten Blitar sekarang. Kenyataan itu membuktikan bahwa (sebagian) daerah Blitar sejak sepuluh abad yang lalu telah menjadi pusat kehidupan masyarakat yang penting. Berita agak pasti mengenai pertumbuhan Blitar sebagai Pusat Pemerintahan mulai ada sejak awal pemerintahan Raja-raja Majapahit. Sebagimana dapat dibuktikan dalam sejarah Kerajaan Majapahit lahir setelah Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Tartar Ku Bilai Khan pada Tahun 1293 M. (Pararaton : 33)
Majapahit sebagai negara baru berpusat di dekat Mojokerta. Di bawah pimpinan raden Wijaya sebagai Raja pertama, negara Majapahit tumbuh dengan pesat. Suatu hal yang menarik dalam hubungan sejarah daerah Blitar dari masa itu ialah adanya peningalan bangunan suci yang terletak di Desa Kotes Kecamatan Gandusari.
Pada bangunan itu terdapat angka Tahun 1222 Saka dan 1223 Saka. Dengan demikian bangunan tersebut berasal dari tahun 1300 dan 1301 Masehi (Knebel : 1908 : hal. 355). Dengan perkataan lain, bangunan itu adalah sejaman dengan Pemerintah Raja Pertama Majapahit. Kenyataan di atas membuktikan bahwa sejarah Blitar pada awal abab ke – XIV masih menunjukkan wilayah yang penting. Apakah hubungan pendirian bagunan suci itu dengan sejarah daerah ini ? Suatu petunjuk yang dapat memberikan keterangan tentang hal itu antara lain terdapat sejumlah Prasatti dari masa abad ke – XII Masehi di daerah sepanjang lembah Gunung Kawi sebelah Barat. Ini menunjukkan bahwa daerah ini masih dapat dibuktikan hingga sekarang dengan adannya beberapa perkebunan. Faktor alamiah yang menguntungkan ini menyebabkan adannya kehidupan masyarakat yang makmur. Kemakmuran itu mendorong pertumbuhan penduduk yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak terdapat catatan tentang jumlah penduduk di daerah bagian Timur ini, namun dapat diperkirakan bahwa dengan adanya men-power maka daerah ini menjadi penting. Tersedianya tenaga manusia yang cukup besar, merupakan salah satu jaminan pergerakan pasukan secara mudah untuk suatu tujuan pertahanan maupun serangan.
Seperti halnya dalam prasati Tuhanyaru yang menyebutkan adanya anugrah tanah kepada sejumlah pejabat kerajaan berhubung yang bersangkutan telah berjasa kepada raja, maka prasasti Blitar pun memuat peryataan yang sama. Dapat diketahui bahwa hubungan antara raja Jayanegara dengan daerah Blitar mempunyai sifat yang istimewa. Hubungan yang istimewa itu diperlihatkan pada penempatan sejumlah ha yang diberikan kepada para pejabat, berhubungan dengan kesetiyaan desa Blitar kepada raja.
Dalam hubungan ini peristiwa apakah yang terjadi sehingga raja berkenan untuk memberikan anugrah kepada penduduk desa Blitar.
Seperti diketahui Raja Jayanegara menjadi raja majapahit yang kedua, mengantikan ayahnya Kerjarajasa Jayawardhana yang meninggal pada tahun 1309 M. Tentang Pemerintahannya ini ada dua sumber yang memberikan keterangan agak berbeda. Kedua sumber tadi adalah Negarakertagama, yang ditulis oleh Prapanca dan Pararaton yang tidak dicantumkan nama penulisnya. Secara singkat sekali Negarakertagama menceritakan tentang masa Pemerintahannya yang berlangsung antara tahun 1309-1328 Masehi.
Didalam Pupuh XLVII Prapanca melukiskan yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut :
  • Beliau meninggalkan Jayanegara sebagai raja Wilatikta dan keturunan adiknya rajapadhi utama yang tiada bandingya, Dua puteri amat cantik, bagai Ratih kembar mengalahkan Bidadari yang sulung rani di Jiwana, sedangkan yang bungsu jadirani di Daha.
  • Tersebut pada Tahun Saka : Muti-guna-memaksa rupa bulan-madu, Baginda Jayanegara berangkat menyirnakan musuh ke Lumajang, Katanya Pajarakan dirusak, Nambi sekeluarga dibinasakan, Giris miris segenap jagad melihat kepiawaian Sri Baginda.
  • Tahun Saka : bulatan memanah suryah beliau pulang, Segera dimakamkan didalam pura, berlambang arca Wisnuparama. Di sela Petak dan Bubat tertegak area Wisnuparama. Di sela Petak dan Bubat tertegak area Wisnu-lambang-tara-inda. Di Sukalila arca Buda permai sebagai Amoga sidi-menjilma (Slamet Mulyana, 1953 : 42).
Dari puppuh tersebut diatas, maka dapat diketahui bahwa sesama Pemerintahan Jayanegara menghancurkan pemberontakan Nambi. Semua pemberontakan itu dapat di padamkan.
Suatu pemberontakan pecah lagi pada Tahun 1316 dan 1317 dibawah pimpinan Kuti dan Seni. Pemberontakan itu mengakibatkan raja jayanegara menghindarkan diri ke Desa Bedander dengan pengawasan pasukan Bhayangkara dibawah pimpinan Gajah mada. Berkat siasat Gajah Mada, Jayanegara berhasil naik tahta. Kuti dan Seni berhasil dibinasakan. (Pararaton : 80-83). Kedua pemberitaan ini memberi petunjuk bahwa sesama bawahan semasa Pemerintahan Jayanegara telah terjadi pemberontakan, tetapi berhasil dipadamkan. Kenyataan diatas membuktikan bahwa Jayanegara menghadapi masa yang sulit pada tahun pertama Pemerintahannya. Kenyataan ini yang dapat memberikan keterangan , apa sebabnya jayanegara mengeluarkan prasastinya tersebut diatas. Tidak dapat diragukan lagi, bahwa penetapan prasasti di Blitar ini merupakan perestiwa penting setelah Jayanegara ini merupakan titik peresmian berdirinya swastanca Blitar dalam naungan kekuasaan Majapahit dibawah Pemerintahan Jayanegara. Dan peristiwa yang penting itu, sesuai dengan unsur penanggalan dalam prasasti, terjadi pada hari Minggu Pahing bulan Srawana tahun Saka 1246, yang bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 1324 M. Untuk masa-masa selanjutnya Blitar disebutkan dalam kitab Negarakertagama dalam hubungannya dengan perlawanan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah Jawa Timur. Beberapa puluh tahun yang membuat hal pemerintah hal itu sepanjang menyangkut Blitar serta tempat-tempat lain di daerah sekitarnya tertulis pupuh-pupuh.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa :
  1. Tampilan Wilayah yang kini menjadi daerah Kabupaten Blitar, yang paling tua tercatat dalam prasasti Kinewu dipahatkan pada belakang arca Ganesa dari abab X. Prasasti itu memberikan petunjuk bahwa wilayah Kabupaten Blitar, merupakan bagian dari kerajaan Balitung yang berpusat di Jawa Tengah.
  2. Ketika pusat Pemerintah pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar abad ke-X, sejarah daerah Kabupaten Blitar dapat diketahui berdasarkan prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh raja-raja dinasti Isana. Selama Pemerintahan raja-raja ini berlangsung diantarannya awal abad ke-X sampai dengan akhir abad ke-XII, beberapa tempat yang sekarang termasuk Wilyah Kabupaten Blitar disebut dalam prasasti-prasasti Pandelegan I 1117, Panumbangan I 1120, Geneng I 1128, Talang 1136, Japun 1144, Pandelegan II 1159, Mleri 1169, Jaring 1181, Semanding 1182, Palah 1197, Subhasita 1198, Mleri I 1198 dan Tuliskriyo 1202.
  3. Ketika kerajaan Singasari berkembang ada beberapa prasasti yang berhubungan dengan daerah Kabupaten Blitar sekarang. Prasasti tersebut dikeluarkan pada masa Pemerintahan Raja Kartanegara (1268-1292) yang dikenal dengan prasasti Petung Ombo 1260 M. beberapa peningalan purbakala yang berasal dari zaman Singasari seperti : patung Ganesa dari Boro dan Candi Sawentar membuktikan bahwa semasa Pemerintahan raja-raja Singasari, daerah Kabupaten Blitar telah memegang peranan yang penting.
  4. Pada zaman majapahit kedudukan daerah Kabupaten Blitar menjadi sangat penting. Hal itu terbukti dengan adanya candi Kotes yang didirikan pada masa Pemerintahan Pendiri Kerajaan Majapahit yaitu Nararya Wijaya atau Kerta Rajasa Jayawardana (1294-1309). Candi makam raja itu terletak di desa Sumberjati dukuh Simping Kecamatan Suruhwadang.
  5. Saat yang sangat penting bagi pertumbuhan sejarah Kabupaten Blitar dewasa ini terdapat pada masa Pemerintahan Raja Jayanegara (1309-1328). Salah satu prasastinya ditemukan di desa Blitar sekarang. Prasasti tersebut dikenal dengan prasasti Blitar I yang bertarikah “Swasti sakawarsatita 1246 Srawanamasa tithi pancadasi Suklapaksa wu para wara ….” atau 5 Agustus 1324 Masehi. Prasasti ini memuat saat berdirinya Blitar sebagai daerah Swatantra.
  6. Masa-masa pemerintahan Raja-raja Majapahut kemudian, nama Blitar berkali0kali disebutkan dalam kitab nagarakertagama yang ditulis moleh Pujangga : Prapanca. Naskah ini selesai ditulis bertepatan dengan 1 Oktober 1363 M. blitar dan tempat-tempat lain telah dikunjungi oleh raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada dalam rangka perjalanan Raja Hayam Wuruk ke Wilayah Jawa Timur yang dimulai pada Tahun 1357 M.
  7. Beberapa peningalan yang berupa candi membuktikan bahwa sepanjang abad XIV hingga akhir abad XV kedudukan Blitar semakin penting. Hal ini terbukti dari adanya candi Penataran yang merupakan candi negara sebagian besar berasal dari masa Pemerintahan Jayanegara hingga Wikramawardhana (1389-1429). Peninggalan dari raja terakhir ini sekarang terdapat di lereng Gunung Kelud yang sekarang dikenal dengan nama Candi Gambar Wetan (1429M).
Maka berdasarkan uraian diatas diambil keputusan bahwa HARI LAHIR KABUPATEN BLITAR ialah 5 AGUSTUS 1324

Senin, 12 Maret 2012

Visi dan Misi

VISI DAN MISI 
“KIM WARADESA“

RT. 01 RW.11 Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar


 



“ Tanpa Informasi bagaikan rumah tanpa pintu dan jendela “
“Jangan menjadi orang asing di rumah sendiri”.

VISI KIM WARADESA
Terwujudnya masyarakat  yang peduli informasi, inovatif, komunikatif dan mempunyai daya saing dalam rangka mencapai masyarakat informasi yang sejahtera.

MISI KIM WARADESA
    1. Mendorong tumbuh dan berkembangnya KIM secara mandiri.
    2. Meningkatkan peranan KIM dalam memperlancar arus informasi antar anggota masyarakat serta antara Pemerintah dengan Masyarakat.
    3. Meningkatkan kemampuan anggota KIM dan masyarakat dalam mengakses dan mengelola informasi dalam rangka mengatasi kesenjangan informasi di masyarakat.
    4. Mengembangakan dan meningkatkan aktifitas KIM dalam mendayagunakan informasi guna meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, menyerap / menyalurkan aspirasi masyarakat.

    Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang luar biasa seandainya seseorang tidak harus menghabiskan hidupnya terhadap hal tersebut.
    Knowledge is something extraordinary in case someone does not have to spend his life on it. (Albert Einstein - Ilmuwan Amerika kelahiran Jerman)


    Jangan menolak perubahan hanya karena kita takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya kita merendahkan nilai yang bisa kita capai melalui perubahan itu (Mario teguh)

    Senin, 13 Februari 2012

    Susunan Kepengurusan

    SUSUNAN PENGURUS KELEMBAGAAN
    KIM WARADESA”
    Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar







    Pelindung
    :
    Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar



    Pembina 
    :
    1.  Kabid Komunikasi & Informatika Dishubkominfo Kab. Blitar
    2.  Camat Nglegok
    3.  Kepala Desa Sumberasri



    Ketua
    Wakil Ketua
    Sekretaris
    Bendahara
    :
    :
    :
    :
    GATOT SUYANTO
    PRIANTO
    MAYA DERIS KURNIA WATI
    SUMINI, M.Pd



    Bidang Pengelolaan Informasi
    :
    KOORDINATOR :
    JOKO PITOYO

    ANGGOTA :
    1.     MARDIYAH
    2.     BAMBANG WAHONO
    3.     JEMATUN
    4.     SUYADI     
    5.     Drs. BUDIONO 



    Bidang Pengumpulan Informasi
    :
    KOORDINATOR :
    EKO SUGIONO

    ANGGOTA :
    1.     RISNA TRI UMIATIN, S.Pd
    2.     PURYONO
    3.     ZULAIKAH SAFITRI
    4.     WASONO
    5.     NANIK HERAWATI, S.Pd



    Bidang Penyebaran Informasi
    :
    KOORDINATOR :
    EKO SUPARNO

    ANGGOTA :
    1.     JEMIKAN
    2.     AHMAD EKO BASUKI, ST
    3.     IMAM SUPARDI, SH
    4.     SUKIRNO
    5.     JATUN SUPRAPTI, A.Ma. Pd



    Bidang Usaha
    :
    KOORDINATOR :
    MINTOROGO

    ANGGOTA :
    1.     SHOFIA ENDAR WINANGSIH, S.Pd
    2.     SUSILO SAPUTRO
    3.     TITA KUSRINI
    4.     ROFI'I
    5.     HELLY WAHONO









































    WARGA SUMBERASRI DALAM MEMPERINGATI HARI BUMI

                  Sekitar seribu lebih peserta Jelajah Lereng Kelud tingkat Jawa Timur antusias mengikuti jelajah alam menyusuri pegunungan...