STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA BERUBAH, PEMKAB. BLITAR JAMIN TAK ADA PHK

Blitar - Sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tentang Desa, struktur organisasi pemerintahan desa berubah atau mengalami pergeseran. Menurut Kepala Bagian Pemerintahan Kab. Blitar, Suhendro Winarso, jika dalam UU Desa lama yakni No. 32 Tahun 2004 struktur organisasi pemerintahan desa utamanya perangkat diatur maksimal hingga 5 jabatan Kepala Urusan (KAUR), dalam UU No. 6 Tahun 2014 terjadi perubahan yakni posisi KAUR ditetapkan maksimal 3 dan 3 lainnya merupakan jabatan teknis yang berada di bawah Kepala Desa.
Diakui Suhendro, ketentuan baru tersebut memunculkan kekhawatiran dari ribuan perangkat desa yang kemungkinan posisinya sebagai KAUR sudah tidak lagi dibutuhkan. Terkait hal tersebut, menurutnya sesuai UU No. 6, pemerintah sudah menjamin bahwa tidak akan ada PHK masal untuk perangkat desa yang saat ini menjabat sebagai KAUR yang nantinya posisi mereka tidak lagi dipertahankan. Meski tidak berstatus sebagai PNS, namun keberadaan mereka akan tetap dipertahankan oleh pemerintah.
Perubahan struktur organisasi pemerintah desa tersebut akan mulai diberlakukan tahun 2015 mendatang, dimana Pemkab. Blitar masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. (IM-Dishubkominfo)

JUMLAH PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TAHAP 2 DI BLITAR BERKURANG.

Blitar – Terhitung mulai Rabu, 26 Agustus 2014, Kantor Pos Blitar mulai mencairkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke-2 untuk wilayah Kota Blitar. Sedangkan wilayah Kabupaten Blitar, rencananya mulai di cairkan pada Jum’at 29 Agustus 2014 untuk tahap 2. Keterangan ini diungkapkan Satgas PKH Blitar, Wahyu R Wibowo.
Menurut Wahyu, untuk pencairan PKH tahap ke-2 ini, jumlah Keluarga Sangat Miskin (KSM) mengalami penurunan, dimana untuk Kota Blitar tahap ke-2 tinggal 1.186 KSM atau berkurang 3-5 KSM, sedangkan untuk Kabupaten Blitar berkurang sekitar 30 KSM, sehingga tinggal 16.007 KSM. Berkurangnya jumlah KSM setiap tahap karena dari hasil verifikasi yang dilakukan petugas sudah tidak memenuhi kriteria lagi. Misalnya seperti tidak rutin menimbangkan balitanya di posyandu atau anaknya sering absen dari sekolah sehingga pemerintah pusat berhak tidak memberikan lagi bantuan tersebut.
Meski dari segi jumlah KSM berkurang, namun secara nominal mengalami penambahan karena pada tahap 2 ini ada bantuan wajib yang diterima. Untuk Kota Blitar pada tahap 2 ini jumlah total dana PKH mencapai Rp. 704.971.000,- sedangkan Kabupaten Blitar lebih besar mencapi 9 miliar lebih. (IR-Dishubkominfo)

POLRES BLITAR ANTISIPASI PENIMBUNAN BBM

Blitar - Kapolres Blitar AKBP Indarto mengatakan telah menginstruksikan jajaran kepolisian untuk mengamankan SPBU yang terjadi antrian dengan mobil patroli dan menempatkan minimal 3 orang petugas kepolisian. Hal ini dilakukan sebagi langkah antisipasi adanya kerusuhan antara masyarakat yang sedang mengantri atau antara masyarakat dengan pemilik SPBU. Selain itu pihaknya juga melakukan tindakan antisipasi maraknya penimbunan bahan bakar bersubsidi oleh oknum yang ingin mencari keuntungan, saat pemerintah memberikan keputusan kebijakan untuk membatasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk itu pihaknya juga melakukan pengawasan secara ketat pada sejumlah industri yang berpotensi menimbun BBM. Jika ditemukan ada yang menimbun BBM polres blitar akan mengambil tidakan secara tegas sesuai dengan undang-undang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak pedagang eceran premium maupun solar yang sudah tidak berdagang lagi karena kesulitan untuk mendapatkan bbm di SPBU. Sedangkan sebagian besar masyarakat mengeluhkan kesulitan mendapatkan premium bersubsidi. Seperti di ungkapkan warga Kanigoro, Supriono, kemarin sulit mendapatkan premium bersubsidi sehingga terpaksa mengisi kendaraan roda 4-nya dengan premium dari pada tidak bisa pulang kerumah. (IR-Dishubkominfo)

TAHUN 2015, PEMBANGUNAN JLS DILANJUTKAN DENGAN ANGGARAN RP 500 MILIAR

Blitar - Setelah sempat vakum karena terkendala pembebasan lahan, direncanakan pada tahun 2015 mendatang pengerjaan fisik Jalur Lintas Selatan di Kab. Blitar dilanjutkan kembali. Tahun ini Pemkab. Blitar telah mengawalinya dengan melanjutkan proses pembebasan lahan yang menyisakan anggaran sekitar 776 juta rupiah.
Menurut Kepala Bappeda Kab. Blitar, Mangatas Lomban Tobing, pada tahun 2015 mendatang proyek JLS akan difokuskan untuk konstruksi jalan selain soal pembebasan lahan. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 miliar. Namun nominal tersebut tidak hanya untuk Kab. Blitar saja, namun untuk 7 kabupaten lain yang dilalui JLS.
Panjang JLS tersebut mencapai 618,6 km sepanjang Pacitan hingga Banyuwangi. Di Kabupaten Blitar panjang JLS mencapai 62,5 Km dengan lebar jalan 21 m melintasi beberapa kecamatan masing-masing yakni Kecamatan Wates, Binangun, Panggungrejo, dan Bakung. Untuk wilayah timur, JLS di Kabupaten Blitar berbatasan dengan Donomulyo-Malang sedangkan di wilayah barat berbatasan dengan Tulungagung. (IM-Dishubkominfo)
sumber: http://www.blitarkab.go.id/2014/08/12152.html

JADWAL BARIS UMUM KECAMATAN NGLEGOK


BERSIAPLAH MENJADI PEMUDA PELOPOR JAWA TIMUR BERIKUTNYA


PEMUDA PELOPOR

APAKAH PEMUDA PELOPOR ITU?
Sejarah bangsa membuktikan bahwa pemuda senantiasa berada pada lini terdepan pada setiap babak sejarah perjuangan bangsa. Paradigma pemuda sebagai kategori social mengindikasikan adanya pengakuan /penghargaan terhadap potensi pemuda baik secara kuantitatif dan kualitatif, secara kualitatif, pemuda dalam aspek pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dapat diakui bahwa pemuda memiliki aneka talenta dalam kaitannya dengan kepeloporan kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, seni budaya dan pariwisata serta kebaharian, hal ini akan terkait denga potensi – potensi sumber daya alam sehingga dapat meberkan kontribusi yang siqnifikan dalam pembangunan nasional.

Melihat kondisi yang dihadapi oleh bangsa ini, maka kepeloporan pemuda di tuntut untuk dapat melakukan terobosan – terobosan yang dapat memberikan kontribusi yang berari bagi upaya mengatasi masalah yang dihadapi dai kondisi riil yang ada.

Dinas Kepemudaan dan Keoahragaan Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan kepemimpinan dan kepeloporan telah meaksanakan program pemilihan pemuda pelopor setiap tahunnya dimana  kegiatana ini bertujuan untuk memberikan pengakuan dan penghargaan dari pemerintah terhadap pemuda Indonesia khususnya Jawa Timur atas prestasi dan kontribusi untuk kemajuan masyaraka di bidang kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, seni budaya dan pariwisata serta kebaharian/kelautan sebagai inspirasi dan motivasi bagi pemuda lainnya. Penghargaan ini nantinya akan diserahkan pada saat peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober.

Sasaran dan target dari kegiatan pemilihan pemuda pelopor Tingkat Provinsi Jawa Timur adalah terpilihnya 15 orang pemuda pelopor masing – masing tiga orang terbaik dari setiap bidang yaitu Bidang Kewirausahaan, Bidang Pendidikan, Bidang Teknologi tepat guna, Bidang seni, budaya dan pariwisata serta bidang kebaharian/kelautan, yang mana satu orang terbaik dari setiap bidangnya  akan mengikuti pemuda pelopor tingkat Nasional bila memenuhi standar kepeloporan yang telah ditetapkan.

APA SAJA KRITERIA SEBAGAI PEMUDA PELOPOR ?

Kriteria Pemuda Pelopor

Teknologi Tepat Guna

Bentuk rekayasa dan atau rancang bangun teknologi sederhana yang langsung dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas, kwantitas, dan diversifikasi produk sesuai permintaan pasar pada sektor bisnis tertentu.

Budaya dan Pariwisata

Menghidupkan kembali budaya yang punah atau terancam punah, melestarikan pengembangan atau mencipta kreasi baru yang menggugah apresiasi seni budaya pemuda dan masyarakat, mengembangkan estetika, dan mengangkat citra seni budaya Indonesia.

Kelautan dan Kebaharian

Menumbuhkan kembali rasa cinta akan laut dan bahari serta pendayagunaanya demi kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.

SIAPAKAH YANG PERNAH MENJADI PEMUDA PELOPOR ?

Pemuda Pelopor Jawa Timur tahun 2010 yang telah Pemuda Pelopor tingkat Nasional adalah :

  1. Bidang Kewirausahaan
    Nama    :    SITI NURHIDAYAH, SE
    Tempat/Tanggal Lahir            :     Bojonegoro, 1 Juli 1981
    Alamat            :    Jl. Tritunggal No. 69 Kel. Karang Pacar Bojonegoro
    Tema            :    Kerajinan kain perca
    Prestasi    :    Juara II Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Bidang Kewirausahaan tahun 2010
  2. Bidang Pendidikan
    Nama    :    INDRIANI MASRUROH
    Tempat/Tanggal Lahir    :     Ponorogo, 5 Januari 1988
    Alamat    :    Jl. Geger RT. 02 RW. 01 Plancungan Kec. Slahung Kab. Ponorogo
    Tema            :    Pohon Pintar
    Prestasi    :    Juara II Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Bidang Pendidikan tahun 2010
  3. Bidang teknologi Tepat guna
    Nama    :    ARIEF  ABDURRAKHMAN
    Tempat/Tanggal Lahir    :     Surabaya, 12 Juli 1987
    Alamat    :    Jl. Kyai Abdul Karim 10 Surabaya
    Tema            :    Alat Memerah susu sapi
    Prestasi    :    Juara I Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Bidang Tehnologi Tepat Guna tahun 2010
  4. Bidang seni, budaya dan pariwisata
    Nama    :    AGUNG DWI PRASETYO
    Tempat/Tanggal Lahir    :     Magetan, 18 Mei 1985
    Alamat    :    RT. 01 RW. 01 Desa Genlangit Kec. Poncol Kab. Magetan
    Tema    :    Membangkitakan kesenian tradisional masyarakat Magetan
    Prestasi    :    -
  5. Bidang Kelautan dan kebaharian
    Nama    :    SLAMET BUDI CAHYONO
    Tempat/Tanggal Lahir    :     Kudus, 24 oktober 1985
    Alamat    :    Jl. Batu Jajar I-39 Kota Malang
    Tema            :    Pembuatan Mie dari rumput laut
    Prestasi    :    Juara I Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Bidang Kelautan dan Kebaharian tahun 2010
PERSIAPKAN DIRI ANDA!!
KARENA ANDALAH YANG AKAN MENJADI PEMUDA PELOPOR TAHUN 2014

Juknis dan kompetisi pemuda pelopor dispora jatim bisa anda dapatkan di Gedung Telecenter Bumi Penataran Nglegok komplek. Kecamatan Nglegok  ATAU Sekretariat Kim Waradesa Sumberasri

sumber:
http://dispora.jatimprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=146&Itemid=145

KIM WARADESA DI PEKAN INFORMASI NASIONAL 2014


  1. FESTIVAL PERTUNJUKAN RAKYAT TINGKAT NASIONAL
Kegiatan ini diikuti 9 (Sembilan) Provinsi diantaranya Provinsi Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Papua, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Berdasarkan penilaian Dewan Juri Festival yang mengacu pada criteria penilaian (Performen, Muatan Informasi, Hiburan, dan Properti) maka pada tanggal 25 Mei 2014 pukul 21.00 telah diumumkan hasil sebagai berikut :
1)    Kategori Hiburan
                                      I.        Jawa Timur
                                    II.        Sulawesi Selatan
                                   III.        Sulawesi Barat
2)    Kategori Juara Harapan
                                      I.        Papua
                                    II.        Sumatera Barat
                                   III.        Yogyakarta
3)    Kategori Juara/Terbaik
                                      I.        Jawa Barat
                                    II.        Kalimantan Timur
                                   III.        Sumatera Utara
Selain nominasi diatas juga ada penilaian terhadap personal pelaku PERTURA yaitu :
1.     Sutradara Terbaik           :  Sumatera Barat
2.    Aktor Terbaik                    :  Sumatera Selatan
3.    Aktris Terbaik                   :  Yogyakarta

Dari seluruh kegiatan FESTIFAL PERTURA NASIONAL tersebut wakil KIM Jatim (Endrik Suprianto) mempunyai apresiasi yang dapat dipakai untuk mempersiapkan Grup PERTURA JATIM di event mendatang, sebagai berikut :
a)    Kriteria Penilaian pada prinsipnya sama antara Pertura Nasional dengan Pertura Jatim namun ada beberapa hal yang belum dilakukan di Pertura Jatim yaitu :
o   Agar performen Tim dapat maksimal maka tidak perlu membatasi jumlah pemain. Sementara di Pertura Jatim pemain dibatasi 8 orang, jelas dari sisi performen sangat berpengaruh baik iringan maupun pemainnya. Jika harus ada batasan, setidaknya sebuah grup Pertura terdiri dari minimal 12 orang.
o   Properti yang digunakan untuk event Nasional wajib memperhatikan unsure seni kedaerahan, dan sesuai dengan adegan yang diperankan.  Properti tidak harus banyak dan mahal tetapi smart dan mendukung cerita. Sementara penampilan grup Pertura Jatim minim property.
o   Pemenuhan criteria festival/lomba hukumnya wajib bagi Calon Juara.
  1. SARASEHAN KIM DALAM RANGKA PEKAN INFORMASI NASIONAL 2014
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2014 pukul 08.00 s/d 13.00 di Hotel Grand Inna Padang diikuti oleh Dinas KOMINFO Prov, Utusan Dinas KOMINFO Kabupaten/Kota, Anggota KIM dari berbagai Daerah.
Sarasehan KIM diawali sambutan Menteri yang diwakili Staf Kementerian KOMINFO Bpk. Hendri Subiantoro. Dalam sambuatannya Menteri KOMINFO mengungkapkan :

1)    agar keberadaan KIM dapat dikembangkan di seluruh Indonesia demi terciptanya masyarakat informasi yang berdaya. 
2)    KIM bukan produk baru melainkan generasi KLOMPENCAPIR yang mempunyai akar budaya dan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa.
3)    Keberadaan Seni Pertura juga tidak kalah pentingnya dan wajib dikembangkan karena keberadaannya dapat dikembangkan sebagai Media Tradisional dalam desiminasi informasi.
4)    Provinsi yang sudah berjalan dan berkembang dalam bidang Pemberdayaan Informasi adalah Jawa Timur (Pembentukan dan Pembinaan KIM dan PERTURA, Menyelenggarakan event Pekan KIM).

Materi Sarasehan I disampaikan oleh Dr. James Pardede dengan topic “Strategi Pengembangan Kelompok Informasi Masyarakat”. Secara umum dapat kami sampaikan pokok materi tersebut sebagai berikut :
a.    Era Globalisasi dan Perkembangan Teknologi Informasi yang mendorong munculnya paradigma berfikir dan bertindak  sehingga peranan KIM sangat tepat dalam upaya mencerdaskan bangsa.
b.    Informasi /Pengetahuan adalah kekuatan/kekuasaan sehingga peran KIM sangat besar dalam pemberdayaan masyarakat berbasis informasi.
c.    Beberapa permasyalahan yang menyebabkan KIM sulit dikembangkan :
1.    Lemahnya komitmen Pemerintah Daerah
2.    Sumberdaya manusia /SDM pelaku demi kepentingan sesaat.
3.    Faktor Anggaran (Perencanaan yang memadai)
d.    Sikap KEMENKOMINFO :
Sebenarnya payung hukum terkait Pengembangan KIM ini sudah cukup memadai. Dari Perpres 24/2010 yang ditindak lanjuti dengan PERMENKOMINFO Nomor27/Per/M.KOMINFO/12/2011 tentang Petunjuk Teknis Standart Pelayanan Minimal BidangKomunikasi dan  Informatika di Kabupaten/Kota.
Bahwa penerapan  SPM(standart Pelayanan Minimal) dapat dituangkan dalam Perencanaan Pemda.
                       
Materi Sarasehan II disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Isnawijayani,MSI. Guru Besar Universitas Baturaja Sumatera Selatan dengan tema “Kelompok Informasi Masyarakat Dalam Era Konvergensi”. Secara umum dapat kami rangkum sebagai berikut :
a.    Mengapa Peran KIM sangat penting saat ini?
o   Era Globalisasi membutuhkan komunikasi daninformasi yang cepat, akurat dan transparan.
o   Pemberdayaan masyarakat untuk kepentingannya sendiri , memberdayakan informasi untuk meningkatkan potensi ekonomi, social, budaya dan nilai tambah masyarakat.
b.    Apa yang harus dilakukan Pemerintah ??
o   Kebijakan serta komitmen Menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
o   Menjamin terbentuknya KIM agar tidak terjadi kesenjangan Informasi.
o   Menuangkan dalam Perencanaan, serta membina keberlangsungan KIM.

Selain paparan materi diatas Sarasehan Kim juga diwarnai session Diskusi. Dalam session ini Wakil KIM Jatim juga diberi kesempatan untuk berbagi ilmu dengan KIM yang lain karena dipandang Jatim sudah berjalan. Kami hanya memaparkan pengalaman KIM di Jawa Timur serta kegiatan-kegiatan Pembinaan yang dilakukan Dinas Kominfo provinsi Jawa Timur seperti Pekan KIM dan Supervisi.  Dengan paparan singkat sekitar 5 menit tersebut beberapa daerah langsung ingin komunikasi dengan KIM Jatim untuk mengagendakan “Study Banding” ke Jawa Timur.(ENDRIK)