Senin, 05 Maret 2012

Kasus HIV/AIDS Kab. Blitar Meningkat 200%

Memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada Rabu (01/12/2010), kabar yang kurang baik datang dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Kasus pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Blitar meningkat hampir 200 persen, dan jumlah tertinggi di dominasi oleh ibu rumah tangga dan Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Karim pada Selasa (30/11/2010), salah satu anggota KPA Dinkes Kabupaten Blitar, bahwa selama  tahun 2010 ini, jumlah warga Kabupaten Blitar yang terinfeksi HIV/AIDS meningkat jika dibandingkan tahun 2009 lalu. Berdasarkan data rekapitulasi yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, pada tahun 2009 lalu total penderita HIV/AIDS mencapai 41 orang. Sementara pada tahun 2010 hingga akhir Bulan November ini sudah mencapai 77 orang yang terinfeksi HIV/AIDS.

Jumlah tersebut meningkat hampir 200 persen, dan jumlah tersebut belum termasuk kasus yang mungkin terjadi pada bulan Desember mendatang. Untuk kasus kematian akibat HIV/AIDS pada tahun 2010 ini mencapai 23 orang. Dokter Karim prihatin, mengingat para penderita HIV/AIDS datang dari hampir semua jenis profesi. Dan yang tertinggi justru ibu rumah tangga serta para TKW yang pulang dari luar negeri. Penyebabnya adalah hubungan intim yang tidak aman.

"Yang membuat kita terkejut selain peningkatan hingga 200 persen, penyebaran HIV tahun ini disebabkan oleh hubungan seksual, bukan dari jarum suntik." Ungkap Dokter Karim.

Sementara itu Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar, Gus Tamim, mengatakan bahwa pihak pemerintah sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mengoptimalkan klinik HIV/AIDS Cendana di Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi. DPRD Kabupaten Blitar sangat menyayangkan dengan tingginya kasus HIV/AIDS dan sangat mengharapkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit serta sebisa mungkin menghindari hal-hal yang memungkinkan terjadinya penularan HIV/AIDS. (igo)

TAHUN INI PEMBANGUNAN JALUR LINTAS SELATAN AKAN DIMULAI DENGAN PEMBANGUNAN JALAN SEPANJANG 10 KM DI WILAYAH WATES

Senin, 27 Februari 2012 00:00
Hal ini diketahui dari hasil survei  Bappeda Provinsi dengan Pemerintah Kab. Blitar baik Eksekutif maupuan Legislatif. Anggota Komisi I DPRD Kab. Blitar, Sukamdi, mengatakan mulai tahun ini pembangunan badan jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) akan dimulai dari wilayah Wates tepatnya mulai Jolosutro sampai dengan Pantai Molang sepanjang 10 Km. Lebih jauh Sukamdi mengungkapkan meskipun pembangunan jalan sudah dimulai, namun untuk pembebasan lahan masih belum 100 % selesai.
Pasalnya Pemerintah Pusat minta penambahan jika dulu yang diajukan 20 meter sekarang menjadi 24 meter. Namun penambahan lahan itu tidak menjadi persoalan karena tingal mengalokasikan anggaran saja. Direncanakan akan dimasukkan pada PABD perubahan 2012 atau APBD 2013. Sementara seperti diketahui Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) menghubungkan 8 daerah di Jatim meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Hingga akhir tahun anggaran 2011 pembangunan fisik jalan yang dilakukan mencapai 52 % dari total panjang JLS 618,80 km. Yakni badan jalan yang selesai ditangani sepanjang 321,22 Km, jalan yang sudah dilapis pondasi 97,38 Km dan diaspal 83,66 Km. Sedangkan, untuk pembangunan jembatan sudah tercapai 41 % atau 2270 meter dari jumlah total jembatan yang menghubungkan JLS sepanjang 6236 meter.
Sumber Berita : Humas

AGAR TIDAK TERJADI KTP GANDA PERLU VALIDASI DATA PENDUDUK





Jumat, 02 Maret 2012 00:00

Komisi I DPRD Kab. Blitar minta agar validasi data penduduk yang wajib mengikuti  program e-ktp dilaksanakan secara maksimal agar tidak ada masyarakat yang memiliki KTP ganda. Hal ini disampaikan anggota Komisi I DPRD Kab. Blitar, Sukamdi. Menurutnya Eksekutif harus melakukan persiapan secara matang sebelum program e-KTP dilaksanakan pada bulan April mendatang.
Terutama soal data penduduk yang berhak mengikuti e-KTP harus dilakukan validasi secara maksimal. Agar tidak ada lagi masyarakat yang memiliki KTP lebih dari satu. Pasalnya jika ini tetap terjadi, akan berdampak pada program-program lainnya, seperti Jamkesmas-Jamkesda atau data pemilih untuk pemilihan Legislatif, pemilihan Gubernur maupun Presiden. Mengingat data penduduk itu akan masuk data di pusat. Sementara Kabid Pendaftaran dan Proyeksi Penduduk Kapenduk Kab. Blitar, Anggo Takdir Hanuji saat di konfirmasi mengaku saat ini tengah dilakukan validasi jumlah penduduk yang wajib e-KTP oleh Administrasi Kependudukan Pusat yang hasilnya ada sekitar  1.200.000 target e-KTP setelah di validasi tinggal 903.362 orang. Sehingga ada sekitar 300.000 yang diduga terjadi duplikasi. Lanjut Anggo duplikasi itu akibat ada penduduk Kab. Blitar yang terdaftar di daerah lain namun belum di coret.
Sumber Berita : Humas

BKD DIMINTA MELAKUKAN EVALUASI JUMLAH PEGAWAI




Kamis, 01 Maret 2012 00:00


Meski belum ada kepastian perekrutan CPNSD Tahun 2012, Dewan meminta Badan Kepegawain Daerah (BKD) untuk melakukan evaluasi jumlah pegawai. Anggota Komisi I DPRD Kab. Blitar, dari Fraksi Demokrat, Sukamdi, saat dimintai keterangan mengatakan hingga kini belum ada kepastian soal perekrutan CPNSD. Meski demikian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) harus mulai melakukan persiapan seperti evaluasi jumlah pegawai yang riil di Kab. Blitar. Menyusul banyaknya pegawai yang sudah memasuki masa pensiun.
Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui berapa kekurangan pegawai dilingkup Pemkab. Blitar, sehingga memudahkan dalam menentukan kuota yang dibutuhkan saat perekrutan CPNSD dilakukan. Secara terpisah Kepala BKD Kab. Blitar, Totok Subiandono, mengatakan untuk perekrutan CPNSD di Kab. Blitar masih menunggu petunjuk dari pusat karena saat ini pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium CPNSD. Pihaknya berharap perekrutan CPNSD bisa dilaksanakan tahun ini. Saat ditanya seputar kebutuhan riil pegawai di Kab. Blitar, Totok Subihandono mengaku belum bisa menyampaikan secara pasti. Mengingat saat ini masih dilakukan pemetaan pegawai berdasarkan analisa jabatan.

Sumber Berita : Humas

PERPINDAHAN PUSAT IBU KOTA KAB. BLITAR TIDAK BISA DILAKUKAN SECARA CEPAT


Cetak Surel
Rabu, 29 Februari 2012 00:00
Sesuai dengan kesepakatan antara Eksekutif dengan Legislatif, perpindahan pusat ibu Kota Kab. Blitar ke Wilayah Kanigoro dilakukan secara bertahap atau multiyears. Keterangan ini diungkapkan Ketua DPRD Kab. Blitar, Guntur Wahono. Ditargetkan tahun ini Gedung Dewan sudah pindah ke Kanigoro. Tahun ini tinggal melakukan finalisasi saja. Selain itu di Tahun 2012 ini juga akan mulai melakukan pembangunan Gedung Sekretariat, yang diawali dengan pematangan tanah dan pembangunan pagar.
Lebih jauh Guntur Wahono mengakui jika perpindahan pusat Ibu Kota Kab. Blitar tidak bisa dilakukan secara cepat karena keterbatasan anggaran yang ada. Jika ada wacana hutang menurut Guntur lebih baik memaksimal anggaran yang ada di APBD saja. Hal senada diungkapkan Bupati Blitar, Herry Noegroho. Menurutnya untuk perpindahan pusat Ibu Kota ke Kanigoro tidak bisa mengajukan anggaran ke pusat. Melainkan harus menggunakan anggaran APBD sehingga pembangunannya tidak bisa cepat selesai dikarenakan perpindahan pusat Ibu Kota Kab. Blitar membutuhkan anggaran yang besar. Tambah Herry Noegroho, jika menginginkan cepat harus hutang. Namun untuk saat ini masih menggunakan APBD.
Sumber Berita : Humas

PERSIAPKAN LCCK KIM 2012, DISKOMINFO LAKUKAN PEMBINAAN


Oleh : Kabupaten Sumenep   
Jumat, 02 Maret 2012
Salah satu persiapan Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang akan digelar bulan April 2012 mendatang, perlu terus dilakukan pembinaan serta evaluasi terhadap kegiatan KIM di masing-masing wilayah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi, SH, M.SI, Kamis (01/03) di ruang kerjanya. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tersebut berupa perbaikan administrasi Teknologi Informasi (blog kegiatan pendidikan, kesehatan, tenaga kerja dan sebagainya).

“Dari hasil kunjungan kami ke sejumlah KIM yang ada, memang terdapat beberapa hal yang perlu untuk dilakukan perbaikan segera khususnya dalam hal administrasi dan sebagainya,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam melakukan kunjungan ke beberapa KIM tersebut, menurut mantan Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep ini, pihaknya bersama Kepala Bidang Komunikasi dan Kasi Komunikasi Sosial, Pertunjukan Rakyat dan Pameran serta pimpinan TI yang ada di Diskominfo Sumenep.

Diakui, Rabu kemarin pihaknya melakukan pembinaan ke KIM Sakti Bangsa di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru, KIM Gotong-Royong di Desa Batang-batang Daya Kecamatan Batang-batang, serta untuk hari Jum’at ini akan melakukan pembinaan ke KIM yang ada di Kecamatan Batuputih.

Disamping sebagai upaya mengakses dan menjabarkan informasi pembangunan di semua bidang kehidupan, keberadaan KIM diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh segenap lapisan masyarakat.

“Kami juga ingin prestasi yang sudah pernah diraih oleh KIM di Sumenep ke tingkat Propinsi bahkan Nasional dapat diraih kembali tahun ini dan tahun-tahun mendatang,” tambahnya. ( Ren, Esha )

Keluarga Berencana (KB)

Ø  Ada dua pengertian tentang KB( KELUARGA BERENCANA )
@Pengertian Keluarga Berencana menurut WHO
adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk :
a. Mengatahui kelahiran yang tidak diinginkan.
b. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan.
c. Mengatur interval di antara kehamilan.
d. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami-isteri.
e. Menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Ø  Keluarga Berencana
Keluarga Berencana (KB) adalah  mengatur jumlah anak sesuai kehendak Anda, dan menentukan sendiri kapan Anda ingin hamil. Bila Anda memutuskan untuk tidak segera hamil sesudah menikah, Anda bisa ber-KB.Layanan KB di seluruh Indonesia sudah cukup mudah diperoleh. Ada beberapa metoda pencegahan kehamilan, atau penjarangan kehamilan, atau kontrasepsi, bisa Anda pilih sendiri.

WARGA SUMBERASRI DALAM MEMPERINGATI HARI BUMI

              Sekitar seribu lebih peserta Jelajah Lereng Kelud tingkat Jawa Timur antusias mengikuti jelajah alam menyusuri pegunungan...