Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Mei 2017

WARGA SUMBERASRI DALAM MEMPERINGATI HARI BUMI

   
        
Sekitar seribu lebih peserta Jelajah Lereng Kelud tingkat Jawa Timur antusias mengikuti jelajah alam menyusuri pegunungan Kelud yang diselenggarakan oleh Pokdarwis dan LMDH Desa Sumberasri di Wisata Gardu Pandang Kelud, Minggu (30/04/2017).
Rute Jelajah Lereng Kelud yang diperkirakan sepanjang 25 KM diikuti oleh berbagai peserta mulai dari Blitar bahkan luar kota misalnya Pasuruan, Lumajang, Lamongan, Tuban, Madiun, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Sidoarjo.

           Panitia kegiatan,  Agung Prasetyo mengatakan, peserta yang mengikuti Jelajah Lereng Kelud ini bermacam-macam, mulai umur 11 tahun bahkan tertua ada yang berumur 56 tahun. "Bahkan peserta berumur 11 tahun asal Gandusari dan peserta 55 tahun dari Kepung Pare  selesai sampai finis, ini luar biasa," kata Agung.
Ketua LMDH Desa Sumberasri, Budi Kuwantono mengatakan bahwa ini merupakan agenda untuk memperingati hari bumi dan memperkenalkan wisata Blitar tepatnya di lereng Gunung Kelud. "Alhamdulillah tadi seluruh peserta kami berangkatkan jam 7 tepat dipimpin oleh Pak Lurah Endro Busono," ungkapnya kepada BLITAR TIMES.
Budi menambahka,  peserta pasti tidak akan terlalu kecapekan karena selama perjalanan akan disuguhkan pesona keindahan Gunung Kelud. "Ketika menyusuri hutan lindung peserta akan melewati lebatnya pohon yang sangat sejuk, saking lebatnya matahari saja sinarnya tak bisa masuk, jadi udaranya sangat sejuk," tambahnya.

            Acara Jelajah Lereng Kelud ini akan menjadi agenda tahunan Kabupaten Blitar yang diselenggarakan di Desa Sumberasri, Nglegok, Blitar. Acara  ini berakhir sekitar pukul 4 sore ditutup dengan penyerahan doorprize, tropi dan hadiah kepada pemenang dengan total hadiah 20 juta.
Pewarta : Mahathir Muhammad. Blitar TIMES  

Jumat, 07 April 2017

DESKRIPSI JELAJAH ALAM LERENG KELUD 2017



DESKRIPSI KEGIATAN
"JELAJAH ALAM - GARDU KELUD"

I.    PENDAHULUAN
1.  Bahwa minat generasi muda dibidang kecintaan dan petualangan alam semakin berkembang pesat,   selain sebagai sarana rekreasi juga sebagai penghayatan guna memupuk rasa cinta terhadap semesta.
2.  Kegiatan Jelajah Alam merupakan bentuk nyata konservasi alam, memiliki rasa cinta dan tanggungjawab terhadap bumi dengan segala isinya, serta kesadaran untuk memelihara dan melestarikannya.

II.   TUJUAN
1.  Membangun jiwa sportifitas dan mempererat tali persaudaraan diantara para peserta.
2. Menghasilkan sosok generasi yang tangguh, sehat fisik, mental dan peduli terhadap kelestarian alam.
3. Bisa mengenal lingkungan, menanamkan kecintaan terhadap alam, memupuk kepedulian generasi muda pada upaya pelestarian lingkungan.
4.  Mengenal potensi wisata dan Cagar Budaya.
5. Meningkatkan minat olahraga alam bebas, terutama olahraga Jelajah Alam (survival).

III.   NAMA KEGIATAN.
“JELAJAH ALAM
LERENG KELUD 2017”

IV.   WAKTU DAN TEMPAT
 Hari/Tanggal   :  Minggu, 30 April 2017                                                                   
 Waktu            :  Pukul 07.00 WIB s.d. Selesai
 Tempat          :  Start       : Kawasan Wisata Bukit Teletubbies Blitar                                    Finish      : Lapangan Desa Sumberasri Kec.Nglegok Blitar


V.  PESERTA
Publikasi dan undangan peserta dikonsentrasikan di wilayah Provinsi Jawa Timur dengan target sebanyak 5.000 peserta yang terdiri dar kalangan umum,  Pelajar/Mahasiswa, Instansi/Lembaga.


VI.  BENTUK KEGIATAN / TOR
1.  Bagi peserta luar daerah, Panitia menyediakan penjemputan di Balai desa Penataran  Kecamatan Nglegok - Blitar dan Pasar Pathok, Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok – Blitar pada H-1(29 April 2017 jam 08.00-22.00 WIB).
2.  Panitia menyediakan camp area dan Fasilitas Umum.
3.  Start pada pukul 07.00 di Kawasan Wisata Bukit Teletubbies Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.
4. Jalur Jelajah Alam melintasi tempat-tempat dengan pemandangan indah,  sepanjang + 20 km melintasi perkampungan,  perbukitan, daerah aliran sungai, cagar budaya dan perkebuan /Bukit Teletubbies.
5. Peseta akan menghadapi tantangan pada setiap pos yang akan dijadikan media penilaian bagi panitia untuk menentukan peserta yang akan mendapatkan hadiah tropi dan uang pembinaan.
6. Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilaksanakan di akhir    perlombaan.
7.  Sesi penutupan ini akan diisi oleh hiburan dan pembagian door prize.  


VII.  KETENTUAN 
1.    Peserta perorangan / beregu 
2.    Satu regu terdiri dari 3 orang
3.    Sanggup mentaati tata tertib lomba;
4.    Peserta harus tiba di pos pemberhentian maksimal tepat pada waktu yang telah   
       ditentukan;
5.    Jarak Tempuh + 20 KM
6.    Rute disekitar Kawasan Wisata Bukit Teletubies-Lereng Kelud.


VIII. PENDAFTARAN
1.    Tanggal                  : 30 Maret s/d 29 April 2017
2.    Waktu                    : Pukul 08.00 – 12.00 WIB
3.    Biaya                     : Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) Perorangan.
 : Rp. 50.000,- (empat puluh ribu rupiah) Beregu.
 
            Dengan fasilitas :
-        Kartu pengenal/Nomor Dada
-        Sertifikat
-        Snack pagi & air mineral tiap Pos

4.    Mengisi Formulir   
5.    Tempat                 :         -    Radio Persada Blitar,Jl. Semeru 30 Blitar
                                             -    ABTV Blitar, Bendosewu Talun Blitar 
                                        -
   Sekretariat LMDH Sumberasri-Nglegok-Blitar
                                                  -    Kantor Pokdarwis Gardu Kelud Sumberasri
                                                       085 654 159 930, 081 363 618 096

IX.  TECHNICAL MEETING. 
 Technical Meeting & informasi bisa di up-date setiap saat di facebook  Gardu Kelud
           Juri lomba ditunjuk dan ditetapkan oleh panitia lomba
           Keputusan juri sah dan tidak bias diganggu gugat


X.   KRITERIA PENILAIAN 
1.    Ketepatan waktu
2.    Kekompakan
3.    Keseragaman


XI.  HADIAH

1.    Kategori Pelajar :
             A.  Perorangan
                  Juara I            : Trophy Bupati Blitar, Piagam dan Uang Pembinaan.
                  Juara II           : Trophy Bupati Blitar, Piagam dan Uang Pembinaan.
                  Juara III          : Trophy Bupati Blitar, Piagam dan Uang Pembinaan.


             B. Beregu
                 Juara I            : Trophy Wakil Bupati Blitar, Piagam dan Uang Pembinaan.
                 Juara II           : Trophy Wakil Bupati Blitar, Piagam dan Uang Pembinaan.
                 Juara III          : Trophy Wakil Bupati Blitar, Piagam dan Uang Pembinaan

2.    Kategori Umum : 
       A.  Perorangan   :
  Juara I          : Trophy Anggota DPR RI, Piagam dan Uang Pembinaan
  Juara II         : Trophy Anggota DPR RI, Piagam dan Uang Pembinaan.
  Juara III        : Trophy Anggota DPR RI, Piagam dan Uang Pembinaan.

  B. Beregu

                    Juara I            : Trophy Wakil DPRD Kabupaten Blitar, Piagam dan Uang
                       Pembinaan.
                    Juara II           : Trophy Wakil DPRD Kabupaten Blitar, Piagam dan Uan
                       Pembinaan.
                    Juara III           : Trophy Wakil DPRD Kabupaten Blitar, Piagam dan Uang
                       Pembinaan.
3.    Juara Favorit:
1)    Trophy Perhutani KPH Blitar, Piagam dan Uang Pembinaan.
2)    Trophy Hokindo Indonesia, Piagam dan Alat Usaha.

4.    Undian Doorprize (Alat Kelengkapan Outdoor :
·       Tenda
·       Ransel
·       Baju outdoor
·       Kaos outdoor
·       Sandal Gunung
·       Sepatu Gunung
·       Dan lain-lain.

PANITIA 
Pelindung                        : Bupati Blitar
Penasehat                      : Kepala KPH Blitar, Camat Nglegok
Penanggung Jawab         : Kepala Desa Sumberasri



PANITIA PELAKSANA
Ketua Pelaksana             : Ir. Budi Kuatono
Sekretaris                       : Endrik Supria,SH.
Bendahara                      : Agung Prasetyo

SEKSI-SEKSI
1.    Publikasi              : Irvan Fauzi, Eko Suparno, Mahathir Muhammad
2.    Humas                 : Galih Ahmad S, Abdul Aziz (Hokindo)
3.    Dana Dan Usaha  : Ir. Ahmad Eko Basuki
4.    Peralatan             : Abdul Qodir           
5.    Konsumsi             : Meseman, Khoirul Anam
6.    Keamanan           : Purwanto        
7.    Lapangan            : Jamun Riyanto
8.    Pembantu Umum  : Kasmidi        

XIII.  ANGGARAN
Sponsorship
Donatur

XIV.     PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat,  Besar harapan kami kerjasama dari semua demi terlaksananya kegiatan ini.  Atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih.

Kamis, 16 April 2015

14 Manfaat Ikan Bawal Bagi Kesehatan

Salah satu jenis ikan tawar yang cukup terkenal di Indonesia. Ikan Marukoban atau lebih dikenal sebagai Ikan Bawal ternyata juga memiliki kandungan mutu gizi tinggi. Meskipun dalam segi peminat, ikan bawal masih kalah jauh dengan ikan tuna dan lele. Namun jika mengaku pecinta seafood, harus mencoba kelezatan jenis ikan ini.

11 Manfaat Ikan Kembung Bagi Kesehatan dan Ibu Hamil

manfaat ikan kembungan kembung merupakan salah satu ikan yang populer di masyarakat karena dikenal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Ikan yang memiliki rasa yang lezat ini dapat diolah dengan cara dipanggang, dikukus, ikan pindang, ikan asin, maupun bentuk olahan lainnya. Ikan ini sangat  kaya akan asam lemak omega-3 yang penting untuk mempertahankan fungsi normal organ tubuh kita.

Sabtu, 04 April 2015

Budidaya Durian


"panduan-cara-budidaya-tanaman-buah-durian-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea-tsp"A. PENDAHULUAN
Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses. PT. Natural Nusantara membantu alternatif solusi bagaimana teknis budidaya durian secara intensif, sehingga terjadi peningkatan hasil secara K- 3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

Jumat, 03 April 2015

LAGI-LAGI HUJAN, SUNGAI MELUAP … MENUNGGU ,,, PUTAR BALIK,,, HADEEEH..

Menurut perubahan musim, bulan april sudah mulai memasuki musim kemarau. Namun diawal bulan ini masih sering terjadi hujan. Dimana di dusun Gambar Anyar Desa Sumbersari, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 30 Maret 2015 terjadi hujan yang begitu lebatnya. Sehingga menyebabkan sungai di daerah Gambar Anyar desa Sumberasri meluap. Sungai ini menghubungkan dusun Gambar Anyar desa Sumberasri dengan dusun Pacuh desa Penataran. Sungai ini merupakan jalan alternative yang dilewati penduduk menuju desa Penataran. Bila hujan deras, sungai ini meluap sehingga menghambat perjalanan penduduk setempat menuju dusun Pacuh. Penduduk harus menunggu 1-2 hari air surut kembali, sehingga bisa melewati jalan ini. Bila tidak mau menunggu lama bisa juga putar balik melewati jalan DAM Tangkis. Dimana jalan ini juga merupakan jalan alternatif antar kota Blitar dengan Kediri yang melewati Surabaya. Menurut salah seorang warga "beginilah seninya tinggal diseberang sungai", beliau sambil tersenyum. by sew

Selasa, 31 Maret 2015

Gula Kelapa


Gula Kelapa adalah gula yang diperoleh dari pemekatan cairan hasil sadapan tongkol bunga kelapa yaitu nira kelapa. Gula merupakan bahan baku sangat penting dalam industri makanan seperti kecap, enting-enting,

Durian Limbuk Sumberasri

Durian adalah tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang berbentuk menyerupai duri. Sentra produksi durian di Indonesia adalah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Jenis Durian yang Populer di Masyarakat

Beberapa waktu lalu, KIM Waradesa mengadakan festival Durian di Desa Sumberasri, yang telah menyedot ribuan masyarakat untuk mengikuti acara tersebut. Durian merupakan buah yang sangat digemari oleh banyak orang. dibalik kulitnya yang berbentuk seperti duri, didalamnya mengandung buah yang sangat lezat. Tak ayal, buah ini banyak diburu oleh para penggemarnya.

Minggu, 08 Maret 2015

TEBAR BIJI DURIAN BUKAN TEBAR PESONA

Minggu,8 Maret 2015. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Waradesa bersama Lembaga Desa BPD dan LPMD didampingi oleh Kepala Desa Sumberasri melakukan kegiatan menebar biji durian di hutan Lindung. Ide kegiatan ini muncul pasca pelaksanaan Festival Durian yang diselenggarakan pada 1 Maret yang lalu yang mana pasca Kegiatan Festifal durian terdapat tumpukan biji durian yang banyak di lokasi kegiatan (lapangan Sumbersari). Selain dalam agenda pembersihan lapangan panitia berinisiatif mengumpulkan biji-biji durian tersebut. Kegiatan Menebar Biji Durian di Hutan Lindung ini dilakukan dalam rangka menyusuri jalan menuju air terjun Ondhorante dimana jalur tersebut melewati Hutan Lindung. Yang lebih penting lagi bertujuan untuk menambah populasi tumbuhan di Hutan Lindung agar tetap lestari. Demikian seperti yang diungkapkan Kepala Desa Sumberasri Endro Busono,SE. Kegiatan ini diikuti oleh 16 orang yang terdiri dari Kepala Desa Sumberasri, Pengurus KIM Waradesa, Anggota BPD, dan LPMD. Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki sambil menebar biji durian menempuh kurang lebih 4 Km dari Dusun Gambaranyar dengan menyusuri Hutan Lindung. Hampir 60 Kg biji durian telah ditebar dengan pola tak beraturan disepanjang perjalanan dan akan dilakukan peninjauan kembali pada 14 hari mendatang. Mbah Drik_Waradesa

Jumat, 30 Januari 2015

Budidaya Kelinci

Kelinci diternakkan pada awalnya bertujuan utk keindahan, bahan pangan & sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu & sebagainya.
SENTRA BUDIDAYA KELINCI
Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu & belum menjadi sentra produksi
JENIS KELINCI
Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.
Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White & Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dgn jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White & Californian sangat baik utk produksi daging, sedangkan Angora baik utk bulu.

Budidaya Kelinci

Budidaya Kelinci
 MANFAAT KELINCI
Mengenai manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu & daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu dapat jg dimanfaatkan utk pupuk, kerajinan & pakan ternak.
PERSYARATAN LOKASI BUDIDAYA KELINCI
Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising & terlindung dari predator.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA KELINCI
Yang perlu diperhatikan dlm usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit & penyediaan pakan.
1.  Penyiapan Sarana & Perlengkapan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dgn suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam & melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. utk induk/kelinci dewasa atau induk & anak-anaknya, kandang jantan, khusus utk pejantan dgn ukuran lebih besar & Kandang anak lepas sapih. utk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan & betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup utk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.
Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dlm ruangan & cocok utk kelinci muda.
Kandang sistem ranch ; dilengkapi dgn halaman pengumbaran.
Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar utk satu ekor dgn konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).
Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan & minum yang tahan pecah & mudah dibersihkan.
2.      Pembibitan
Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. utk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla & Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang utk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan & New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.
1.      Pemilihan bibit & calon induk
Bila peternakan bertujuan utk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan & tinggi dgn perdagingan yang baik, sedangkan utk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik utk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih & terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
2.      Perawatan Bibit & calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan & sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
3.      Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik & mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dlm 3 kategori yaitu:
In Breeding (silang dalam), utk mempertahankan & menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
Cross Breeding (silang luar), utk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), utk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan
perpaduan 2 keunggulan bibit.
4.      Reproduksi & Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina & jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu & mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dgn betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore
hari di kandang pejantan & biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.
5.      Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dgn meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak utk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dgn cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dgn kondisi anak lemah, mata tertutup & tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
3.      Pemeliharaan
1.      Sanitasi & Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab & basah menyebabkan kelinci mudah pilek & terserang penyakit kulit.
2.      Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik & mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan & benda pencemar juga segera disingkirkan utk mencegah wabah penyakit.
3.      Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dgn isi 2-3 ekor/kandang & disediakan pakan yang cukup & berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu utk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dgn membuang testisnya.
4.      Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi & daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak & bungkil-bungkilan. utk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan & minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya & pukul 18.00 rumput diberikan dlm jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang utk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
5.      Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan & minum, sisa pakan & kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan utk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang utk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dgn kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dgn kreolin/lysol.
HAMA & PENYAKIT KELINCI
1.      Bisul
Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Pengendalian: pembedahan & pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
2.      Kudis
Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dgn koreng di tubuh.
Pengendalian: dgn antibiotik salep.
3.      Eksim
Penyebab: kotoran yang menempel di kulit.
Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.
4.      Penyakit telinga
Penyebab: kutu.
Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
5.      Penyakit kulit kepala
Penyebab: jamur.
Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.
Pengendalian: dgn bubuk belerang.
6.      Penyakit mata
Penyebab: bakteri & debu.
Gejala: mata basah & berair terus.
Pengendalian: dgn salep mata.
7.      Mastitis
Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.
Gejala: puting mengeras & panas bila dipegang.
Pengendalian: dgn tidak menyapih anak terlalu mendadak.
8.      Pilek
Penyebab: virus.
Gejala: hidung berair terus.
Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.
9.      Radang paru-paru
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida.
Gejala: napas sesak, mata & telinga kebiruan.
Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
10.  Berak darah
Penyebab: protozoa Eimeira.
Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar & mencret darah.
Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dlm 1 liter air.
11.  Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada umumnya pencegahan & pengendalianhama & penyakit dilakukan dgn menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai & memenuhi gizi & penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.
PANEN KELINCI
1.      Hasil Utama
Hasil utama kelinci adalah daging & bulu
2.      Hasil Tambahan
Hasil tambahan berupa kotoran utk pupuk
3.      Penangkapan
Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.
PASCAPANEN KELINCI
1.      Stoving
Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong utk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .
2.      Pemotongan
Pemotongan dapat dgn 3 cara:
·         Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dgn benda tumpul pada kepala & saat koma disembelih.
·         Pematahan tulang leher, dipatahkan dgn tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.
·         Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.
3.      Pengulitan
Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dgn posisi kelinci digantung.
4.      Pengeluaran Jeroan
Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung & paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.
5.      Pemotongan Karkas
Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada & 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.
GAMBARAN PELUANG AGRIBISNIS BUDIDAYA KELINCI
Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dlm cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah & rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial utk dikembangkan. Apalagi didukung dgn permintaan pasar & harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.

Demikian artikel tentang  Teknik Cara Budidaya Kelinci , semoga bermanfaat.

WARGA SUMBERASRI DALAM MEMPERINGATI HARI BUMI

              Sekitar seribu lebih peserta Jelajah Lereng Kelud tingkat Jawa Timur antusias mengikuti jelajah alam menyusuri pegunungan...